Shisen garden: audio dan music

Kami mengundang Anda untuk memberikan komentar maupun pertanyaan di setiap artikel. Bila Anda tertarik, kami dengan senang hati menyambut Anda menjadi salah satu penulis kami.

Showing posts with label audio dan music. Show all posts
Showing posts with label audio dan music. Show all posts

Saturday, 21 February 2009

Special review: Yui 3dr Tour "oui" ~ I Loved Yesterday~ Premium Edition

Sedikit review untuk album baru YUI. My Short Stories dirilis dalam bentuk CD dan DVD, lirik dan chord gitarnya bisa kalian download di [sini]. Tapi untuk kali ini, pembahasan kukhususkan untuk konsernya yang ketiga, yang diberi nama "oui". Rekaman konser ini bisa dilihat di DVD My Short Stories (kalau tidak nonton langsung), tapi bagi yang tidak berkesempatan beli apalagi nonton langsung, selalu ada jalan lain. Silahkan download torrentnya di [sini] atau di halaman lirik.

Lumayan berat, 383 MB, tapi sepadan, karena resolusinya sangat memuaskan, terutama untukku yang sering nonton lewat youtube. Downloadnya lewat torrent, jadi kecepatannya angin-anginan, lebih sering lambat daripada cepat. Tapi syukurlah bisa selesai dalam seminggu :p . Sehubungan dengan torrentnya, dipaket bersama dengan 15 lagu dalam albumnya, tapi bisa juga hanya download konsernya saja, seperti yang kulakukan.

Video konsernya sendiri berdurasi 50 menit kurang satu detik, hasil download dalam format avi. Bagi kalian yang sudah mendownloadnya dan mendapati formatnya mp4, ubah dulu karena saat kubuka dalam mp4 malah jadi tidak bersuara. Di dalamnya Yui membawakan 7 lagu yang diselingi "ngamen" di tepi jalan, jadi berasa nonton langsung. 50 menit jadi tidak terasa, penderitaan selama seminggu jadi terbayar tuntas. Berikut ini screenshotnya, lengkapnya download sendiri, kalau sempat mungkin kubuatkan download non-torrentnya. Selamat berjuang.











Baca Selengkapnya..

Monday, 8 December 2008

Tinggalkan MP3, sambut OGG

yang ini setelah kalian baca pelajaran kedua, supaya tidak mati penasaran.

Apa kalian bertanya; kalau ogg hanya bisa dibuka di ipod, kompi, dan mp3 player, kenapa harus memaksakan ukurannya kecil? Toh kapasitas barang2 tersebut cukup besar untuk mp3 bitrate besar.

Bila kalian mempertanyakannya, pertimbangkan hal2 berikut ini. Komputer, ok, ga akan kubahas karena memang ga perlu bitrate kecil. ipod dan mp3 player, kalau untuk menyimpan media dengan bitrate besar, seberapa banyak yang kalian akan dapat? 100? 200? I tell you, kalau lagu-lagu yang kalian timbun itu kalian kompres hingga bitratenya menjadi setengahnya (misal dari 128 menjadi 64) saja, jumlah lagu yang bisa kalian tampung sudah 2 kali lipat, bayangkan kalau lagu2 itu kalian kompres hingga tinggal 32 kbps, lagu kalian akan terlipat-lipat (berlipat ganda maksudnya...).

Ok, soal kuantitas kompresi menang (kualitas dimenangkan ogg :p). Sekarang pertimbangkan ini, kenapa cd original mahal dan mp3 kaki lima murah? Karena biaya produksi murah, lisensi juga gak keluar duit, kata lainnya ga berlisensi (halah! bilang aja ilegal susah amat). Ya, cd mp3 kaki lima tidak berlisensi, karenanya tidak akan diiklankan di tv. Tapi kenapa mp3 bajakan jarang digrebek? Karena urusan lisensinya ama orang luar negri, ama yang megang lisensi mp3, bukan ama yang bikin lagu. Emangnya kalian pernah liat? Artis lokal nuntut pembajak lagu luar negri? Bego, kali.

Sorry muter kelamaan, yang mau saya katakan adalah: MP3 berlisensi, sedangkan OGG tidak. Ya, ini artinya ga ada yang bisa nuntu kalau kalian mengkonvert sebuah lagu menjadi ogg. OGG lisensinya bebas, opensource. OGG menang lagi.

Dan yang terakhir, kalau kalian melihat link download, mana yang kalian pilih? Yang bitratenya 320 atau yang 32? Yang saya maksud OGG, lho, bukan mp3. Berhubung kalian masih tinggal di Indonesia (paling tidak, ngerti bahasa Indo), kemungkinannya >85% kalian akan memilih 32 kbps. Lelet sih. Secara tidak langsung, OGG tercipta untuk Indonesia... Hahahah, maksa, bilang aja internet Indonesia lelet.
Baca Selengkapnya..

Tinggalkan MP3, sambut OGG (part II)

baca dulu pelajaran sebelumnya kalau tidak mau mati penasaran.


Apa yang membuat OGG begitu istimewa, begitu mengungguli MP3. Saya bisa saja langsung memberi tahu, tapi jauh, jauh lebih mudah dimengerti bila melihat (mendengar) sendiri. Karenanya akan kujelaskan lebih dulu perbedaan OGG dan MP3, perang sesama audio kompres.

Ya, OGG adalah file audio terkompres layaknya MP3, dan OGG juga berpatokan pada bitrate. Bedanya, bitrate tertinggi mp3 adalah 320 kbps, sedangkan OGG 500 kbps. Bitrate tinggi digunakan untuk mendapat kualitas tertinggi dari hasil kompresi, ini dilakukan kalau ukuran tidak diperhitungkan, dan lebih ditujukan untuk back-up. Dalam hal back-up, OGG unggul. Bayangkan, hampir 2 kali lipat kualitas mp3.

Berikutnya, ukuran terkecil. Saat ini OGG terkecil adalah 32 kbps, tapi mp3 adalah 8 kbps. Tapi lagi, ini tidak berarti apa-apa. Siapa yang mau dengerin lagu dengan bitrate 8 kbps? bukannya rileks malah ill-feel. Gak percaya? nih ku-upload kan buat kalian (mumpung kecil). Karenanya mp3 bitrate kecil yang sering dijumpai hanya sampai 32 kbps, yang artinya, OGG dan MP3 juga bersaing dalam hal 'ukuran kecil'.

Tapi biar dibilang bersaing sebenarnya tidak penting juga, karena ketahuan jelas siapa pemenangnya. Mau menjadi juri? nih ku-upload file ogg dan mp3, sama-sama dalam 32 kbps. Kalau udah dengerin, tetapkanlah dalam hati kalian, siapa yang ingin kalian dukung.

Gimana cara dapetin ogg? Ogg ga dijual di kaki lima dalam bentuk cd, suer, gak ada, karena cd/dvd player gak bisa buka ogg, hp samsung punya saya juga ga bisa. Yang bisa memutar ogg hanya kompi yang tengah kalian tatap, ipod, dan mp3 player pabrikan cina (itu, yang dijual ratusan rebu dengan kapasitas sama kaya flashdisk). Beneran, mp3 player cina itu bisa buka ogg, lebih unggul dari dvd player,kan? meski hanya terbatas pada bitrate 50an kbps ke atas, tapi kan masih mendingan.

Kembali ke inti pelajaran, gimana cara dapetin ogg? Convert sendiri aja. Ada banyak konverter yang bisa menghasilkan ogg. Kalian punya konverter video? 90% kemungkinannya bisa mengkonvert ke ogg, dan 80% kemungkinannya kalian tidak menyangka itu terjadi. Tapi 40% kemungkinannya kalian tidak bisa mengkonvert ke 500kbps atau 32 kbps. Here is the solution. Gunakan, Ta-DA! "MediaMonkey". Software baru lagi. Download dulu, install, jalankan, sorot satu file, pilih Tools>Convert Audio Format, ganti tulisan mp3 jadi ogg, klik setting. Download linknya di bawah.

Sudah? di sini seni berjalan. Kalian punya pilihan, mau ogg berdasarkan kualitas atau berdasarkan bit-rate. Kalau berdasarkan kualitas, akan seperti menilai ulangan anak sd. Bedanya, kalau anak sd dapat 0 berarti terlalu jelek, OGG.. biarpun dapat -1 (negatif satu!) sekali pun, agaknya bisa dibilang terlalu bagus. Hahaha, kaga becanda, saya sering bilang begitu waktu promosiin ogg. Kualitas -1 menghasilkan bitrate sekitar 45kbps, masih bisa lebih kecil lagi (maksa neh..).

Nah kalau berdasarkan bitrate, bisa ditetapkan bitrate konstan atau variabel. Kalau konstan, sepanjang lagu bitratenya sama, kalau variabel, ada saatnya tinggi ada saatnya rendah. Terserah kalian maunya apa, tapi bagi yang mau melihat keajaiban ogg, pilih saja nominalnya 32 kbps, tak usah perdulikan limit minimal-maksimal. Sudah? Klik ok.

Seraya menunggu, kalian bisa melihat satu-satunya kelemahan ogg. Serius, satu-satunya, gak ada yang lain. Kalau masalah ga dijual di kaki lima, itu bukan salah ogg, salah orang yang jual ama pabrik dvd playernya, masalah penjualan, ga ada hubungannya ama kualitas. Kelemahannya adalah, waktu konversinya yang lumayan lebih lama dibanding mp3. Saya sendiri masih terganggu dengan ini, tapi saran saya, lakukan saja seperti yang kalian lakukan saat burn cd-dvd, situasinya sama aja, kan? Lagipula, lamanya waktu yang terbuang setara dengan kualitas yang dihasilkan, benar-benar sepadan. Semoga saja untuk perkembangan berikutnya convert ogg bisa jauh lebih cepat.

Sudah mencoba? Kalau yang kalian konvert adalah lagu berdurasi sekitar 3 menit, maka filenya kurang lebih hanya satu mega, bahkan kurang. Lalu dengerin, mp3 kalah jauh......... terlalu jauh........
Saya akan berikan jurus terakhir. Keberatannya kalian mendengarkan lagu mono ketimbang stereo? Bila kalian bersedia, kubayar dengan harga 'ukuran file ogg kalian menjadi tinggal hanya setengahnya saja'. Hehe, sebenarnya mp3 juga gitu, tapi sudahlah, siapa seh yang mau dengerin mp3 32 kbps?

Download:
mp3 8 kbps
Download 09 Death_Note_-_The_World_(TV_Size).mp3
ogg 32 kbps
Download 09 Code_Geass_-_Mosaic_Kakera_(TV_Size).ogg
mp3 32 kbps
Download 09 Code_Geass_-_Mosaic_Kakera_(TV_Size).mp3

MediaMonkey (baca artikel khususnya untuk mengetahui kelebihan lainnya)


Baca Selengkapnya..

tinggalkan MP3, sambut OGG (part I)

MP3 memiliki keunggulan sebagai berikut: kualitas suara tinggi dan ukuran file-nya kecil. Sekarang kuperkenalkan yang ukuran file-nya lebih kecil daripada mp3, dan kualitas suaranya jauh lebih tinggi daripada mp3. Selamat datang OGG.

OGG adalah file audio terkompres, begitu juga dengan mp3. Apa bedanya? Sebelum itu akan kujelaskan apa itu file audio terkompres. Pernahkah kalian melihat cd audio? Itu, yang isinya cuma lagu doang tanpa gambar, dan jumlah lagunya hanya sekitar belasan. Kalau dibandingkan dengan cd mp3 yang dijual di kaki lima, jumlah lagunya memang terlalu sedikit. Kenapa?

Sederhana, karena lagu-lagu di cd audio sangat makan tempat. Berapa ukuran mp3 per lagunya? sekitar 5 MB. Kalau cd audio? lebih dari 50 MB per lagunya, keliatan bedanya, kan? Ini terjadi karena file cd audio tersebut tidak terkompres, mencatat dengan lengkap setiap gelombang suara yang tertangkap saat proses rekaman, dari yang kedengaran manusia sampai yang tidak, jadilah file yang berkualitas tinggi, dan boros tempat.

Sebaliknya mp3, kenapa ukurannya ringan? karena telah dikompres, artinya bagian-bagian gelombang suara yang tidak terdengar telinga manusia telah dibuang. Hasilnya adalah file audio yang enteng. Tapi, seberapa banyak gelombang suara yang harus dibuang? Bukankah telinga setiap manusia kepekaannya berbeda?

Ya, begitulah. Dan karenanya muncul istilah "bit rate". Coba perhatikan mp3 yang ada di kompi kalian, melihat ada tulisan bitrate? Ada yang 54 kbps, 64 kbps, 128 kbps, 320 kbps. Itulah yang menentukan seberapa besar pemenggalan pada gelombang suara. Intinya begini, semakin besar bitrate, semakin banyak informasi gelombang suara yang dapat dicatat, semakin tinggi kualitas suaranya, dan karenanya semakin besar ukuran file audionya. Sehingga, jika kalian menginginkan file audio yang berukuran kecil, bitratenya harus sekecil mungkin (I tell you, di sinilah letak keunggulan OGG).

Sudah tahu apa itu audio kompresi, sudah tahu apa itu bitrate, sudah tahu apa hubungannya dengan kualitas dan ukuran. Lalu apa keunggulan OGG dibanding mp3? Hahah, lanjut ke pelajaran berikutnya.
Baca Selengkapnya..
Valuebux!